Tema yg telah lama aku rindukan sejak saya benar-benar mampu menalar
antar haq dan batil tepatnya di usia 17 tahun,melalui kegiatan moril ini saya
manfaatkan untuk mencurahkan keresahan ataupun keluhan dari masyarakat lebih
khususnya keluarga saya yg tergolong kategori rakyat miskin asli miskin dengan
pendapatan perkapita 1 bulan sekitar Rp85.000,untuk itu ucapan terimakasih dan
apresiasi kepada FORUM MAHASISWA PEDULI ENERGI ini saya lantungkan lewat karya
yg jauh dari kesmpurnaan namun tulus dari hati yg selama ini tertatih mencari
pintu keadilan,lewat masjid-masjid, jalanan hingga ke penghuni parlemen dan kalian
hadir semoga bagian dari keluh kesah bangsa
Inilah karya anak kampung ingusan di daerah pesisir maluku tengah untuk
indonesia dan ayah ibuku yang selalu menjadi korban penyalahgunaan sumber daya alam hingga kemiskinan
membawa keluargaku pada prustasi hingga beberapa adiku tak sempat melanjutkan
pendidikan. Semoga bukan hanya sumber mata air yg su dekat tetapi sumber energi premium yg
su dekat mama, yang insya allah siap menerangi kehidupan orang indonesia dan
khususnya maluku.
69 tahun kita hidup berbangsa dan berngara,di bawa pemerintahan 6 orang presiden dan sekarang menjadi 7 orang setelah pak joko widodo menjadi utusan rakyat periode 2014-2019, selamat pak. Namun apa yg kita dapatkan di bawa pimpinan sebelum orang ke 7 itu, hanya kemelaratan, harga diri penguasa yang tergadaikan, akal sehat yang hilang, harkat dan martabat yang diperjual belikan. Apa yg masih mengikat kita sebgai bangsa yg berdaulat..?? hampir 20 tahun sejak reformasi dinyayikan, kita terombang ambing di tengah samudera krisis ekonomi yang luarbiasa akibat dari kerakusan penguasa bangsa saat itu hingaa antrian panjang dengan jergen-jergen kotor rakyat dan suara kelaparan bahkan kerusuhan menjdai pajangan paska enam tahun reformasi kemarin. Semoga dengan hadirnya forum ini dan pemimpin baru membawa cahaya di timur indonesia dan mengatasi kelangkaan premium untuk kita bangsa timur bangsa yang selalu di rampas (SDA) di bodohi dan menjadi tumbal elit politik ..
Meneropong kekayaan sumber daya alam menurut mantan anggota DPR RI FRAKSI PDI-P asal Maluku, Anggelina Patiasina "Ketika berbicara soal ekonomi Indonesia (energi), Pasal 33 UUD 1945 harus menjadi acuan utama. Di sanalah pondasi dasar sistem ekonomi Indonesia. Hanya saja, amanat Pasal 33 UUD 1945 itu tidak nyata dalam praktik perekonomian Indonesia. Ada fakta juga menunjukkan justru terjadi privatisasi cabang produksi vital. Negara, sebagai penguasa didegdradasi menjadi sekadar menjalankan fungsi administrasi. Akibatnya, nasib rakyat dipertaruhkan dalam mekanisme pasar yang sekaligus menghilangkan fungsi sosial dari negara untuk melayani dan melindungi warga negara".
Fenomena di atas bukan lagi rahasia publik bagi masyarakat indonesia sebab pasal pasal 33 hanyalah menjadi misteri, sementara kebijakan ekonomi nasional hanya di jadikan lahan komoditi oleh elit politisi. Sementara rakyat terus menjerit akibat sering melonjaknya harga bahan bakar minyak, karna hal ini sangat mempengaruhi 9 dasar bahan pokok kebutuhan manusia. Adalah kebodohan yang tidak termaafkan apabila pemerintah sekarang menyerahkan potensi energi yang melimpah di Tanah Air ini untuk perusahaan-perusahaan asing, sehingga energi berubah menjadi komoditi bisnis yang dijual dengan harga tinggi kepada rakyat. Kebodohan lainnya adalah tidak memanfaatkan potensi-potensi sumber daya energi, selain energi fosil seperti sinar matahari, tenaga air, angin, arus laut, dan bahkan nuklir (bila bisa menjamin keamanannya). Mungkin pada tahap awal akan membutuhkan anggaran yang besar untuk membangun infrastruktur dan sebagainya, namun manfaatnya dalam jangka panjang akan sangat terasa.
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa tingkat kecerdasan masyarakat berbanding lurus dengan tingkat penggunaan energi dalam masyarakat. Artinya, makin tinggi pemanfaatan energi maka semakin cerdas pula suatu masyarakat. Dengan ketersediaan energi secara luas dan memadai maka akan semakin banyak pula kesempatan bagi masyarakat untuk belajar menyambut kemajuan teknologi dan insya allah dapat bersaing di asean economy comunity serta menggunakan berbagai alat berteknologi maju lainnya yang tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan energi..
Waullahualam...
Harapan saya Forum Mahasiswa Peduli Energi tidak hanya forum eforia yang meramaikan pentas percaturan perpolitikan bangsa, tetapi forum yang mampu dan memahami akan kebutuhan bangsa dan masyarakat kita yang sedang tertatih mencari kemana larinya garuda sakti dan kitab UUD 1945. Karena keadilan bukanlah produk lombaan tetapi produk yg di amanatkan oleh Tuhan. Terus berkarya kawan hingga tangan Tuhan dan sejarah menyatukan kita kelak kawan, semoga kita adalah orang-orang yang diangkat derajatnya oleh Tuhan. Aamiiieeen
Author : Ajit Tuharea ( Mahasiswa (s1) Fakultas Teknik Universitas 45 Makassar)
No comments:
Post a Comment