Tepat memasuki 1 januari 2015 harga BBM turun. Meskipun tak kembali ke harga sebelum naiknya yakni Rp. 6.500.
Tentu saja tak ada aksi demonstrasi, lantaran harganya diturunkan. Tapi
ada yang bilang bahwa itu adalah hasil perjuangan mereka yang melakukan
demonstrasi dua bulan terakhir. Apa 'iya' demikian? Ataukah memang
tanpa aksi demontsrasi itu pemerintah memang sudah merencanakan ini dan
mempersiapkannya?
Apapun hasil analisanya, poin penting yang
harus diambil adalah bahwa apa yang ditakuykan oleh para demonstran yang
menolak harga BBM naik ternyata tidak benar-benar terjadi. Meskipun
memang ada keikutsertaan harga barang dengan naiknya harga BBM ketika
itu. Tapi tidak ada rakyat yang sampai tercekik dan sengsara sebagaimana
kekhawatiran para demonstran yang karenanya sampai menghalalkan
tindakan anarkis.